Sejarah dan Definisi Stenografi

Cari Artikelmu | Sejarah dan Definisi Stenografi

Banyak yang sering kita dengar dari orang-orang yang baru mendengar tentang Stenografi. Kali ini saya akan membahas tentang Sejarah dan Definisi Stenografi.

Untuk yang baru tau Stenografi pasti penasaran ingin mengetahuinya. Stenografi biasa di pakai oleh para wartawan untuk menulis percakapan seorang narasumber dan agar cepat mencatat sebuah percakapan itu, maka wartawan menggunakan tulisan Stenografi. Biasa juga di pakai untuk risalah rapat, pengadilan, dan rapat rapat panitia. Menggunakan tulisan Stenografi sangatlah mempersingkat waktu dalam mencatat apapun itu, misalkan untuk menulis huruf "t" itu di butuhkan 4 gerakan dengan menulis menggunakan tulisan latin biasa. Sedangkan dengan menggunakan Stenografi kita hanya butuh 1 gerakan saja dan itu bisa menghemat waktu. Hampir setiap lambang atau symbol huruf steno hanya memerlukan satu gerakan saja. Maka karena pendeknya gerakan atau sedikitnya gerak yang dibutuhkan dalam menulis steno, stenografi jauh lebih cepat dibandingkan dengan menulis huruf latin.

Apa itu STENOGRAFI
Steganografi adalah seni dan ilmu menulis atau menyembunyikan pesan tersembunyi dengan suatu cara sehingga selain si pengirim dan si penerima, tidak ada seorangpun yang mengetahui atau menyadari bahwa ada suatu pesan rahasia. Kata steganografi (steganografi) berasal dari bahasa Yunani steganos, yang artinya “tersembunyi atau terselubung”, dan graphein, “menulis”.
Kini, istilah steganografi termasuk penyembunyian data digital dalam file-file komputer. Contohnya, si pengirim mulai dengan file gambar biasa, lalu mengatur warna setiap pixel ke-100 untuk menyesuaikan suatu huruf dalam alphabet (perubahannya begitu halus sehingga tidak ada seorangpun yang menyadarinya jika ia tidak benar-benar memperhatikannya).

Pengertian STENOGRAFI
Sering kita mendengar orang menyebut tulisan steno berarti tulisan cepat. Hal ini timbul karena sebagian orang hanya melihat dari hasil yang dicapai seorang stenografer yang mempu menulis steno dengan cepat, seperti pada saat mencatat suatu percakapan dengan menggunakan tulisan steno. Stenografer mampu mencatat suatu percakapan dengan lengkap karena memakai stenografi, hal ini tidak akan dapat dilakukan apabila memakai tulisan latin biasa.Stenografi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari 2 (dua) kata yaitu“STENOS” yang berarti singkatan atau pendek“GRAPHEIN” yang berarti tulisan.Jadi stenografi ( stenography ) berarti tulisan singkat atau tulisan pendek. Tulisan steno dibuat dan disusun sedemikian rupa pendek dan singkat sehingga mengakibatkan cepat dalam menulisnya. Stenografi menggunakan tanda-tanda khususyang lebih singkat daripada tulisan panjangnya ( latin), dan kemudian disempurnakan dengan menambah beberapa singkatan ( sudah singkat disingkat lagi ), sehingga waktu yang digunakan untuk menulis stenogramnya lebih cepat dibanding waku untuk mengucapkan kata yang dimaksud. Misalnya orang yang menulis huruf latin t diperlukan 4 gerakan, sedangkan untuk menulis huruf t dengan menggunakan huruf steno hanya diperlukan satu gerakan saja. Karena hampir setiap lambang atau symbol huruf steno hanya memerlukan satu gerakan saja.Maka karena pendeknya gerakan atau sedikitnya gerak yang dibutuhkan dalam menulis steno, stenografi jauh lebih cepat dibandingkan dengan menulis huruf latin.

Sejarah STENOGRAFI
Stenografi berkembang mulai beberapa abad sebelum Masehi. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan dibeberapa tempat didunia. Perkembangan stenografi tersebut dapat terlihat di negara-negara tertentu, misalnya :
Stenografi yang dikarang oleh Timothy Bright pada tahun 1588 John Willis pada tahun 1602 dan J. Pitman yang semuanya dari Inggris ( London )
Stenografi yang dikarang oleh Gregg dan John Comstock Evans.
Di Jerman terdapat pengarang F.X Gabelsbelger pada tahun 1824.
Stenografi oleh Abel Duploge tahun 1862 dan Prevost Delanncy tahun 1878 dari Perancis.
Di Belanda terdapat pengarang A.W. Groote pada tahun 1899 dan disusul oleh Gerard Schaap.
Di Indonesia terdapat pengarang J. Paat / Sabirin dan Karundeng tahun 1925.
Berdasarkan Surat Keputusan No.51/1968 tanggal 1 Januari 1968 telah ditetapkan sistem Karundeng sebagai sistem stenografi standar mata pelajaran pada Lembaga-Lembaga Pendidikan dalam Lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Oleh karena itu stenografi sistem Karundeng merupakan sistem Nasional.

Manfaat STENOGRAFI
Pelajaran stenografi adalah pelajaran skill atau keterampilan yang kegiatannya berkisar pada kegiatan membaca dan menulis. Oleh karena itu kegiatan-kegiatan menulis dan membaca tersebut harus sering dilakukan. Karena tidaklah mungkin, apabila belajar stenografi itu hanya dilihat dan dihafal saja. Siapa yang rajin membaca dan menulis maka akan terampil mempraktekan pelajaran stenografi. Adapun manfaat dari belajar stenografi ini adalah sebagai berikut :
Untuk membuat hasil persidangan atau risalah lengkap.
Hasil sidang notulis sidang atau panitia sidang pengadilan.
Untuk mencatat berita atau pesan melalui pesawat telepon atau berupa sandi-sandi, baik bagi operator sekretaris maupun bagi petugas airport.
Untuk mencatat dikte.
Mahasiswa/siswa yang pekerjaan setiap hari menulis.
Bagi wartawan yang bidang pekerjaannya mencari berita, menulis berita dan mewawancarai orang.
Untuk menterjemahkan rekaman hasil sidang atau rapat, karena dengan steno dapat diterjemahkan dengan cepat.
Untuk mencatat dan membuat catatan yang bersifat rahasia.
Adapun manfaat dari belajar stenografi ini adalah sebagai berikut :
-Untuk membuat hasil persidangan atau risalah lengkap.
-Hasil sidang notulis sidang atau panitia sidang pengadilan.
-Untuk mencatat berita atau pesan melalui pesawat telepon atau berupa sandi-sandi, baik bagi operator sekretaris maupun bagi petugas airport.
-Untuk mencatat dikte.
-Mahasiswa/siswa yang pekerjaan setiap hari menulis.
-Bagi wartawan yang bidang pekerjaannya mencari berita, menulis berita dan mewawancarai orang.
-Untuk menterjemahkan rekaman hasil sidang atau rapat, karena dengan steno dapat diterjemahkan dengan cepat.
-Untuk mencatat dan membuat catatan yang bersifat rahasia.

Singkat kata, semua bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Uniknya, isi stenograf (tulisan stenografi) 99.9% akan sama persis dengan kalimat yang diucapkan oleh dosen/nara sumber. Uniknya lagi, hanya orang-orang yang mengerti stenografi yang bisa membaca dan memahami catatan dalam bentuk stenograf tersebut. Hmm, keren kan?
Kata steganografi di Indonesia tidak begitu populer dalam kehidupan sehari-hari. Kata ini menjadi sering disebut di masyarakat bersama-sama dengan kata kriptografi setelah pemboman gedung WTC di AS, dimana para pejabat AS mengkalim bahwa para teroris menyembunyikan pesan-pesan kegiatan terornya dalam berbagai gambar porno, file MP3 dan web site tertentu. Novel Da Vinci Code pun turut mempopulerkan steganografi dan kriptografi.

Cukup sekian untuk Artikel tentang Sejarah dan Definisi Stenografi. Moga bisa menambah wawasan anda.

Post a Comment

2 Comments

Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)